Konsekuensi dari Keterikatan
Rasanya uang tidak pernah terlepas dari pikiran kita (saya). Ketika membayar tagihan apartemen, bayar kartu kredit, belanja semua berhubungan dengan uang. Belum lagi kalau merencanakan sesuatu, dari sekadar rencana akhir pekan anak-anak sampai masa depan mereka.
Kalau uang adalah microcosm dari dunia ini, maka keterikatan kita pada dunia bisa dilihat sejauh mana uang membelenggu kita. Saya pribadi bersyukur masih bisa membayar zakat, dan merencanakan membayarnya setiap bulan sedikit mengurangi belenggu itu.
Hasil penelitian yang baru terbit di majalah Science, 17 Nopember menunjukkan bahwa belenggu ini cukup berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan kita. Vohs, Mead dan Goode di “The psychological consequences of money” mengkondisikan sebagian peserta percobaan dengan berbagai kata-kata yang berhubungan dengan uang (misal: gaji tinggi) dan sebagian lain dengan kata-kata netral (misal: cuaca di luar dingin). Setelah ini kedua kelompok tersebut dan satu kelompok lagi yang tidak dikondisikan (sebagai kontrol) diminta melakukan berbagai tugas.
Salah satu tugas yang mereka kerjakan adalah menyelesaikan teka-teki, dimana kelompok yang sudah terkondisikan dengan uang memerlukan waktu hampir dua kali lipat dari waktu dua kelompok lain. Kelompok yang pertama tadi juga cenderung lebih enggan menolong orang lain dan memberi uang untuk amal lebih sedikit. Kesimpulan yang diambil penulis adalah kelompok yang terkondisikan dengan uang merasa cukup, lebih egois dan lebih suka bermain dan bekerja sendiri.
As with any other experimental research, take this result with a grain of salt. Tapi paling tidak ini mengingatkan kita pada ajaran salafus sholih untuk bersikap zuhud, dunia ada di tangan, bukan di hati kita. Dengan melepaskan hati dari dunia, mudah-mudahan kita menjadi lebih memperhatikan saudara kita yang banyak yang masih memerlukan. Kita menjadi lebih bersyukur dan kalau hasil percobaan ini benar, kita bisa mengerjakan hal-hal lain dengan sepenuh kemampuan dan hasil yang lebih baik Insya Allah.