<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aria PN &#187; Games</title>
	<atom:link href="http://www.hunafa.org/category/games/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hunafa.org</link>
	<description>Start by being just to the self. &#34;Don&#039;t hasten the end result before completing the beginning, don&#039;t begin without looking toward the end.&#34;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 22:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Incomplete Information Equilibria</title>
		<link>http://www.hunafa.org/79/incomplete-information-equilibria</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/79/incomplete-information-equilibria#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2005 19:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Equilibria when actions are taken after knowing own type but not the others&#8217;: Dominant: Best response to every collection of actions of the other players knowing all types (ex post). Ex post: Best response to every equilibrium actions of the other players knowing all types (ex post). Bayesian Nash: Best response to every equilibrium actions [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Equilibria when actions are taken after knowing own type but not the others&#8217;:</p>
<ul>
<li><strong>Dominant</strong>: Best response to every <font color=green><em>collection of actions</em></font> of the other players knowing <font color=red><em>all</em></font> types <font color=red>(<em>ex post</em>)</font>.</li>
<li><strong><em>Ex post</em></strong>: Best response to every <font color=green><em>equilibrium actions</em></font> of the other players knowing <font color=red><em>all</em></font> types <font color=red>(<em>ex post</em>)</font>.</li>
<li><strong>Bayesian Nash</strong>: Best response to every <font color=green><em>equilibrium actions</em></font> of the other players knowing <font color=red><em>own</em></font> type <font color=red>(<em>interim</em>)</font>.</li>
<li><strong><em>Ex ante</em></strong>: Best response to every <font color=green><em>equilibrium actions</em></font> of the other players knowing <font color=red><em>no</em></font> types <font color=red>(<em>ex ante</em>)</font>.</li>
</ul>
<p>Dominant  =&gt;  <em>ex post</em>   =&gt;  Bayesian Nash (<em>interim</em>) = <em>ex ante</em> almost surely.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/79/incomplete-information-equilibria/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ultimatum Game: Keadilan dalam Kesejahteraan</title>
		<link>http://www.hunafa.org/76/ultimatum-game-keadilan-dalam-kesejahteraan</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/76/ultimatum-game-keadilan-dalam-kesejahteraan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2005 20:02:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab, Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab,</p>
<blockquote><p>Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh buah-buahan dan sungai-sungai. Engkau adalah Nabi Allah dan pilihan Nya, tetapi hanya inikah kekayaanmu?</p></blockquote>
<p>Jawaban Rasulullah kepada Umar melengkapi kisah tadi dan memberikan kepada kita pelajaran yang luar biasa dalam. Tetapi di dalam tangisan dan kata-kata Umar itu sendiri terkandung pelajaran yang lama mengusik <em>game theorists</em>. Kita bisa melihat ini dalam <em>ultimatum game</em>.</p>
<p>Pilih dua orang untuk bermain, A dan B dan kesempatan untuk mendapatkan sejumlah uang, misal $10. A harus membagi uang $10 tersebut. A menawarkan kepada B apakah bersedia menerima $x, 0 &lt; x &lt; 10. Kalau B menerima ultimatum tersebut, A mendapat $(10-x) dan B $x. Kalau B menolak, keduanya tidak mendapat sepeserpun.</p>
<p>Permainan ini sudah dicoba di berbagai penjuru dunia dengan budaya yang beragam. Eksperimen dilakukan dengan berbagai komposisi A dan B, termasuk mereka yang belum pernah bertemu dan tidak akan bertemu setelah eksperimen ini. Bahkan dalam bentuk yang sedikit berbeda, tapi meneliti hal yang sama, pernah dicoba juga pada monyet. Hasilnya cukup mengejutkan, paling tidak bagi ahli ekonomi.</p>
<p>Sebagai manusia ekonomi yang berpikir rasional, seharusnya B menerima berapa saja tawaran A. Sekecil apapun x, x tetap lebih besar dari pada tidak mendapat apapun kalau B menolak tawaran A. Tetapi eksperimen menunjukkan tawaran rendah selalu ditolak. Yang menarik, ternyata A juga sudah mengantisipasi kemungkinan ini, dan jarang sekali ada tawaran yang terlalu rendah. Jumlah yang paling sering ditawarkan oleh A adalah $5.</p>
<p>Permainan ini menunjukkan adanya ketidakrelaan terhadap kesejahteraan yang didapatkan dengan &#8216;tidak adil&#8217;. Ketidakadilan di sini bukan berarti ada pelanggaran hukum atau penindasan terhadap pihak tertentu. Ketidakadilan di sini merujuk pada perbandingan kerja dan penghasilan yang sesuai. Dalam permainan ini, A tanpa usaha apapun, hanya karena keberuntungan, berhak membagi uang. B merasa hal tersebut tidak adil. Yang lebih mengejutkan, B bahkan rela mengorbankan bagiannya supaya A tidak menikmati buah ketidakadilan tersebut.</p>
<p>Ketika eksperimen ini diubah, misalnya dengan memberitahu B bahwa A dipilih karena prestasinya, maka hasilnyapun berubah. B menerima berapa saja tawaran A. B merasa sekarang A mempunyai hak untuk membagi uang tersebut. Bagi Umar, Rasulullah-lah yang diberikan hak oleh Allah terhadap semua kekayaan dunia. Kaisar Persia tidak mempunyai hak sedikitpun, dan Umar bersedia berjuang menghilangkan ketidakadilan tersebut. [Jawaban Rasulullah nantinya menunjukkan bahwa perjuangan haruslah dilakukan, tetapi tujuannya bukan sekedar itu.]  </p>
<p>Sebagai Muslim, seharusnyalah kita sadar apa hak saudara-saudara kita. Janganlah kita merasa mereka tidak berhak mendapatkan rejeki, karena kurangnya usaha mereka di mata kita. Mempertanyakan hak seseorang atas rejeki dan kenikmatan berarti mempertanyakan kekuasaan Allah sebagai pembagi rejeki dan kenikmatan tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, sebagai sebuah organisasi, kita adalah kumpulan manusia yang tidak luput dari berbagai perasaan ketika melihat kesejahteraan sebagian saudara-saudara kita. Apalagi kalau keberhasilan itu dicapai di atas perjuangan dan kerja keras sebagian yang lain. Manusia pada fitrahnya merasa hanya berhak mendapatkan apa yang dia usahakan. Dan diapun sebenarnya merasa bersalah kalau apa yang dia dapatkan bukanlah yang dia usahakan. Di saat organisasi semakin sejahtera, semakin berhati-hatilah menjaga keadilan. Tolaklah kesejahteraan yang datang tanpa usaha anda. Atau lebih penting lagi, bekerja keraslah, sehingga ketika kesejahteraan datang, nikmatnya bisa terasa tanpa ada rasa ketidakadilan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/76/ultimatum-game-keadilan-dalam-kesejahteraan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menganalisa Komitmen dengan Game Theory</title>
		<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2005 11:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Collecting my old writings &#8211; June 2003. Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah. Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Collecting my old writings &#8211; June 2003.</em></p>
<p>Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah.  Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan   sejarawan Muslim tentang peristiwa ini. Al Mubarakfuri misalnya,   berpendapat peristiwa pembakaran kapal ini benar terjadi.]</p>
<p>Dengan latar belakang kapal di tepi lautan terbakar, beliau membakar semangat pasukannya dengan kata-katanya yang terkenal, &#8220;Di depanmu musuh menunggu, di belakangmu laut membentang.  Tidak akan ada lagi yang menolongmu, kecuali kepahlawanan darimu dan bantuan dari Allah&#8221;. [Mann, J.H. <em>A History of Gibraltar and Its Sieges</em>. London: Provost, 1870.] Tariq tahu apa yang dia lakukan ini tidak saja akan dilihat oleh pasukannya, tetapi juga oleh pasukan lawan. Dan yang lebih penting lagi, efeknyapun akan dirasakan dan diperhitungkan oleh kedua pasukan tersebut.</p>
<p>Dalam ilmu <em>Game Theory</em>, apa yang dilakukan oleh Tariq adalah salah satu upaya untuk meningkatkan komitmen pasukannya dalam pertempuran. Tariq mengatakan kita tidak punya alternatif lain selain bertempur mati-matian. Mundur tidak mungkin, laut ada di belakang. Mengharapkan bantuan juga tidak akan datang, karena mereka berada jauh dari pusat kekuatan muslim.</p>
<p>Game Theory menganalisa interaksi sosial manusia menggunakan model permainan. Model ini memakai analisa matematika untuk membantu memahami pilihan strategi yang harus diambil oleh setiap pemain. Sebagaimana suatu permainan, setiap pemain ingin menang, karena itu dia harus mengambil keputusan yang terbaik, yang akan membawa kemenangan baginya. Walaupun teorinya sudah diformulasikan sejak lama, tapi baru dalam dekade terakhir ini model ini banyak mendapatkan perhatian. Hal ini sejalan dengan keberhasilan Game Theory, terutama di dunia bisnis dan politik, sebagai alat analisa mengapa suatu keputusan diambil, dan bagaimana suatu strategi dijalankan.</p>
<p>Kita akan memanfaatkan ilmu ini untuk menganalisa bagaimana meningkatkan kualitas komitmen kita. Salah satu caranya, seperti yang dilakukan Tariq ke pasukannya, adalah menghilangkan pilihan untuk mundur dari komitmen tersebut. Kalau kita tidak punya pilihan lain, komitmen kita hanyalah ke pilihan satu-satunya yang tertinggal. Strategi Tariq ini sejalan dengan Sun Tsu dalam Seni Berperangnya, &#8220;Kalau musuh sudah terkepung, beri lubang bagi mereka untuk melarikan diri&#8221;. Kalau tidak ada jalan lain, mereka akan bertempur mati-matian.</p>
<p>Kalau komitmen kita adalah di jalan dakwah, kita harus menghilangkan pintu-pintu menuju jalan maksiat dan jalan-jalan lain yang akan membuat kita bimbang akan komitmen kita. Hilangnya alternatif ini juga harus dilihat oleh lawan kita. Kalau lawan tahu kita masih punya alternatif untuk mundur, strategi mereka adalah untuk sekedar mendesak kita agar kita mundur, tanpa mereka perlu berkorban banyak. Tetapi kalau mereka melihat alternatif kita hanyalah berazam seratus persen, mereka akan ragu untuk mengimbangi hal ini. Karena, kalau kedua belah pihak bertempur mati-matian maka korban yang jatuh akan besar. Itulah yang terjadi pada pasukan Gothic yang dipimpin Roderick, mereka menjadi ragu apakah mereka siap mati. Mereka punya alternatif lain yang menarik, yaitu menyerah, karena bagi mereka kehidupan lebih bernilai daripada kematian.</p>
<p>Kontrak: Strategi lain untuk meningkatkan komitmen kita adalah mengikat kontrak. Kontrak mempunyai nilai hukum dengan segala konsekuensinya. Kontrak biasanya disetujui untuk jangka waktu tertentu. Ini berarti harus menunjukkan komitmen kita untuk memenuhi kontrak kita tidak hanya sekali, dua kali, tapi secara terus menerus, dalam jangka waktu panjang.</p>
<p>Kontrak ini dipakai oleh IBM di tahun 1980an untuk meraih keuntungan besar dari bisnis komputernya. Bisnis komputer pada waktu itu masih dimonopoli oleh IBM, harganya tidak terjangkau untuk perorangan. Harga yang mahal ini disebabkan oleh biaya R&#038;D yang sangat tinggi. Strategi IBM adalah menganjurkan calon pembeli untuk menyewa tidak membeli komputer tersebut. Dengan sistem sewa tersebut, IBM menjamin bahwa komputer yang dipakai tidak akan ketinggalan jaman. Jadi, IBM meminta komitmen konsumer untuk terikat dengan komputernya, dan berhasil membiayai biaya pembuatan awal komputer yang agak tinggi tersebut. Kalau konsumer membeli satu komputer, kemudian IBM mengeluarkan versi baru dalam jangka waktu dekat, dengan harga yang cukup tinggi, konsumer akan enggan untuk membeli yang baru.</p>
<p>Bagi kita, tidak saja kontrak ini mempunyai nilai hukum dan komersial, tapi juga kewajiban kita untuk memenuhi janji.</p>
<p>Reputasi: Reputasi sangat penting dalam dunia bisnis dan politik. Bisnis yang sudah terkenal namanya, akan berkomitmen untuk menjaga mutu barang atau layanannya, tidak saja untuk menarik pelanggan, tetapi juga karena kekhawatiran kalau-kalau reputasinya jatuh. Partai politik kecil, pada waktu Pemilu, mudah saja berjanji untuk memberantas KKN, karena disamping kemungkinan menang kecil, juga biasanya tidak ada reputasi yang harus dijaga. Tetapi, kalaupun partainya kecil, tetapi reputasinya sudah bagus, keinginan untuk menjaga reputasi akan kuat. Kalau reputasi sudah hancur, susah untuk membangunnya kembali, dan meraih kepercayaan rakyat.</p>
<p>Tentu saja menjaga reputasi kita adalah tujuan antara, tujuan akhirnya adalah menjaga reputasi dan menegakkan nama Allah. Khalifah Umar bin Khattab mengganti Khalid bin Walid sebagai penglima, karena reputasinya lebih besar daripada reputasi Islam. Ketika Khalid bertemu Umar dan bertanya tentang penarikannya, Umar menjawab, &#8220;Kemenanganmu telah menciptakan kesan yang salah bahwa kemana saja kamu berperang, pasukanmu akan menang. Dengan memanggilmu pulang, saya telah menunjukkan bahwa kemana saja pasukan Allah pergi, mereka akan menang.&#8221;</p>
<p>Kerjasama: Keutamaan amal jama&#8217;i Insya Allah sudah sama-sama kita ketahui. Dengan bersama-sama, kita dapat saling memberi semangat, dan membantu, kalau ada teman kita yang mulai lemah komitmennya. Contoh mudahnya, kalau sedang ada kegiatan bersama, misalnya mabit, bangun untuk sholat malam jauh lebih mudah. Dan semakin besar jumlah yang mengerjakannya, semakin besar dorongan bagi kita untuk mengikutinya.</p>
<p>Kerjasama tidak hanya mempunyai pengaruh ke dalam diri kita, tetapi juga ke luar, ke musuh kita. Kalau jumlah kita besar, dan semua menunjukkan komitmennya akan semakin gentar lah lawan. Strategi ini dipakai oleh Rasulullah, dalam penaklukan Makkah dan beberapa peperangan setelah itu. Dengan kekuatan yang besar, pasukan Islam membuat gentar pasukan lawan, sehingga kemenangan diraih tanpa pertumpahan darah. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan yang Menggentarkan</title>
		<link>http://www.hunafa.org/72/72</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/72/72#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2005 10:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Collecting my old writings &#8211; September 2004. Download Traditional Arabic Font وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Collecting my old writings &#8211; September 2004.</em></p>
<p><a href="http://www.ekabakti.com/quran/arabtraditional.exe">Download Traditional Arabic Font</a></p>
<p align=right style="line-height:2"><font size=5 face='traditional arabic'>وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ<br />
</font></p>
<p><em>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan (Al Anfal: 60).</em></p>
<p>Kehidupan manusia, baik dalam skala makro maupun mikro, merupakan perang, pergulatan antara yang haq dan yang bathil. Syaithan, sesuai dengan deklarasinya sebagai musuh manusia di hadapan Allah, punya ambisi yang besar dalam perang ini. Tidak hanya untuk mengalahkan manusia, tetapi juga merekrut manusia-manusia kalah tadi untuk berdiri di belakangnya, dan bergabung dalam pasukannya sebagai peserta aktif dalam perang ini.</p>
<p>Untuk menghadapi perang ini, Allah memerintahkan pasukanNya untuk melakukan persiapan, mengumpulkan kekuatan. Persiapan ini, tidak saja nantinya akan digunakan dalam perang yang sebenarnya, tetapi proses persiapan itu sendiri mempunyai efek psikologis yang kuat. Baik kepada diri kita, sebagai Hizbullah, sbahwa kita sudah bersiap, bahwa kita melakukan persiapan ini dalam rangka ketaatan kita kepada Allah, bahwa persiapan ini adalah bagian dari tawakkal kita kepada Allah. Dan Allah akan membalas ketaatan dan ketawakkalan kita itu dengan pertolonganNya, pertolongan kekuatan yang tidak akan terkalahkan.</p>
<p>Persiapan ini juga akan menimbulkan efek gentarnya musuh-musuh kita. Dan kemenanganpun bisa dicapai dengan lebih mudah, dan bahkan kekuatan yang menggentarkan itu menjadi alat perekrut pasukan musuh untuk berbaris bersama kita. Kita lihat saja bagaimana Rasulullah saw menyiapkan pasukannya menjelang Futuh Makkah. Persiapan yang menggentarkan kaum kafir Quraisy itu mengantarkan Makkah tanpa pertumpahan darah, dan memperkuat pasukan Rasulullah dengan tentara-tentara Muslim baru.</p>
<p>Dalam sejarah percaturan dunia, senjata nuklir menjadi &#8220;deterrent force&#8221;, karena sedemikian dahsyat kekuatannya. Bayangan fatal Hiroshima dan Nagasaki menggentarkan pihak-pihak yang menjadi sasaran senjata nuklir itu. Pihak yang lemah dan gentar itu akhirnya mengikuti ungkapan &#8220;if you can&#8217;t beat them, join them&#8221;, dan ikut berbaris bersama penguasa senjata tersebut.</p>
<p>Perang yang kita hadapi mempunyai berbagai macam bentuk dan tingkatan. Selama kita melawan pasukan bathil dan merekrut manusia untuk berdiri di bawah bendera Allah, maka itulah peperangan yang harus kita lakukan. Persiapan menghadapi perang pun berbeda-beda. Tidak melulu kekuatan fisik yang harus kita siapkan, kekuatan ruhiyah dan kekuatan strategi pun harus dipersiapkan. Banyaknya perang yang dimenangkan oleh Hizbullah di bulan Ramadhan menunjukkan bahwa persiapan ruhiyah mereka yang sempurna saat berpuasa menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.</p>
<p>Allah mengindikasikan bahwa strategi dan perencanaan adalah salah satu bentuk persiapan yang harus kita lakukan.  &#8220;Mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana.&#8221; Kita bisa lihat juga bagaimana Rasulullah menyusun rencana dan strategi sebelum berhijrah. Dan musuhpun membuat rencana untuk menangkap Rasulullah saw. Kita harus yakin pertolongan Allah akan datang menghadapi setiap rencana musuh-musuh kita, tetapi hal itu tidak boleh menghalangi persiapan kita.</p>
<p>Strategi tanpa ketaatan tidak akan berhasil, seperti ditunjukkan Allah pada perang Uhud. Strategi yang sempurna tidak ada artinya tanpa pelaksana dan pelaksanaan yang baik. Ustadz Hasan Al Banna mengatakan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan: struktur dan ketaatan. Struktur mendefinisikan tujuan dan memberikan wadah bagi strategi yang akan dijalankan. Ketaatan setiap pelaksana pada struktur menjamin bahwa persiapan dan perencanaan yang ada dilaksanakan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Pemilu adalah salah satu peperangan itu. Kita ingin menang bukan semata karena kita ingin berkuasa, dan menjadikan kekuasaan itu tujuan akhir kita. Tetapi kita ingin menang, karena dengan kemenangan itulah lebih terbuka jalan bagi kita untuk menumpas kebathilan. Pemilu kali ini juga merupakan perang untuk mempertahankan eksistensi kita. Eksistensi Partai di era reformasi ini diperlukan sebagai wadah dan alat yang paling efektif untuk melaksanakan kewajiban amar ma&#8217;ruf nahi munkar kita. </p>
<p>Pemilu memerlukan persiapan sesuai dengan jenis peperangannya. Saudara-saudara kita di Indonesia sudah seperti kain yang tadinya basah yang sudah hampir kering karena terlalu lama dan sering diperas. Apa saja yang ada pada diri mereka habis terperas untuk mempersiapkan perang ini. Kesempatan bagi kita untuk mencontoh mereka terbuka lebar. Pemilu sudah dekat, deklarasi Partai kita di Amerika sudah di ambang mata. Kita jadikan deklarasi ini sebagai puncak persiapan kita.</p>
<p>Majulah ke depan dalam mempersiapkannya. Kita tahu bahwa setiap prajurit yang bertempur di barisan paling depan berada di daerah yang paling berbahaya. Apalagi kalau mereka masuk untuk merebut daerah lawan yang siap menyambut kedatangan mereka. Tapi ketaatan barisan terdepan ini kepada struktur yang ada membuat mereka terus maju, walaupun mereka harus berkorban paling banyak. Barisan demi barisan yang taat ini akan melemahkan musuh, dan akhirnya mengantarkan kemenangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/72/72/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Games of association and expectation</title>
		<link>http://www.hunafa.org/38/games-of-association-and-expectation</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/38/games-of-association-and-expectation#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Games]]></category>
		<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/2004/04/18/games-of-association-and-expectation/</guid>
		<description><![CDATA[I proposed earlier that in political dynamics, the first mover has an upper hand. That is, if you want to nominate from without, you should move first. The operative word is &#8216;if&#8217;. The current dynamics place the importance on whether you should make an outside move at all. If you nominate others, often time people [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I <a href="http://novianto.blogspot.com/2004_04_01_novianto_archive.html#10815451436950459">proposed</a> earlier that in political dynamics, the first mover has an upper hand. That is, <b>if</b> you want to nominate from without, you should move first. The operative word is &#8216;if&#8217;. The current dynamics place the importance on whether you should make an outside move at all.</p>
<p>If you nominate others, often time people associate you with them. If they win, somehow, you are as accountable as them, without you having any (if at all) contributions in their decisions thereafter. If you provide support, they have the most to gain with any success. If they lose, the winning party still look upon you as their enemy.</p>
<p>Then, there is the game of expectation. People expect a lot out of you. The high expectations demand you to nominate from within. Even if win is possible with this strategy, win might not be the best result. You have to realize that to fullfil all those expectations that come with a win you need a lot of necessary tools not in possession right now.</p>
<p>The alternative is to nominate yourselves, knowing full well, and maybe playing to lose. At least, you fullfil expectations of your main base, while maintaining independence and a good record of associations.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/38/games-of-association-and-expectation/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Utility Theory</title>
		<link>http://www.hunafa.org/39/utility-theory</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/39/utility-theory#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/2004/04/12/utility-theory/</guid>
		<description><![CDATA[I had an interesting meeting today. We had results of several auction experiments that could not be explained by current auction theory. The experiments suggested that players did not always necessarily go for the highest payoffs. In fact they also cared for the payoffs of others. REW believed these results can be explained using different [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I had an interesting meeting today.</p>
<p>We had results of several auction experiments that could not be explained by current auction theory. The experiments suggested that players did not always necessarily go for the highest payoffs. In fact they also cared for the payoffs of others.</p>
<p>REW believed these results can be explained using different utility theory, not always a different auction theory. All kind of payoffs should be considered, when estimating the utility function. Right now, especially in auctions, people only look at <b>pecuniary payoffs</b>. There is a new model that includes <b>motivational payoffs</b> that explains our results pretty well.</p>
<p>Then, we had an interesting conversation about utility theory. I was skeptic about the new model. If we to replace or extend something so basic like utility model, does that mean the new model should work universally as well? Or, is it enough to offer an alternative model that works only for some generic (yet not universal) instances?</p>
<p>REW explained how the vN-M utility theory has been accepted as given over the years, partly because it has all the nice properties and fits really well. That doesn&#8217;t mean it&#8217;s perfect. There has been some effort on refinement. But then, just like this new model, there hasn&#8217;t been any breakthroughs that change the old theory substantially.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/39/utility-theory/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>First Mover Advantage</title>
		<link>http://www.hunafa.org/41/first-mover-advantage</link>
		<comments>http://www.hunafa.org/41/first-mover-advantage#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Games]]></category>
		<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/2004/04/09/first-mover-advantage/</guid>
		<description><![CDATA[My mind is still on the latest election results. I don&#8217;t know why, but this election gives me such a rush of adrenaline that I could not stop thinking about it.Speculations are abound about the presidential election coming up, especially on the forming of coalitions to nominate candidates. If you are not going to nominate [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My mind is still on the latest election results. I don&#8217;t know why, but this election gives me such a rush of adrenaline that I could not stop thinking about it.<br />Speculations are abound about the presidential election coming up, especially on the forming of coalitions to nominate candidates.</p>
<p>If you are not going to nominate anyone from within, but you want to do it in your own <b>terms, </b>I believe you should move quickly, in fact you should move first.</p>
<p>In the bargaining game, first mover has a huge advantage. Especially in a short (one) period game. First, you set your terms, what you really want out of the candidates. Offer your support to your first choice candidates, their only options being to accept or reject your terms. If it&#8217;s still early in the game, they know you have the option to offer it to others.</p>
<p>I know this is too simplistic, but in general, first mover has an upper hand because he can <a href="http://www.imdb.com/title/tt0068646/">make an offer the other player can&#8217;t refuse</a>. The candidates get your votes (albeit in your terms) versus none of your votes. Surely something is better than nothing.</p>
<p>Now, the candidates can make you commit to them, by revealing (to public) that you offer them your supports. If everyone knows your preference, you are less likely to change.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hunafa.org/41/first-mover-advantage/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
