<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menganalisa Komitmen dengan Game Theory</title>
	<atom:link href="http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory</link>
	<description>Start by being just to the self. &#34;Don&#039;t hasten the end result before completing the beginning, don&#039;t begin without looking toward the end.&#34;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 11:13:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Irvin P.</title>
		<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/comment-page-1#comment-1457</link>
		<dc:creator>Irvin P.</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 11:49:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=73#comment-1457</guid>
		<description>&quot;My mother said to me, &quot;If you are a soldier, you will become a general. If you are a monk, you will become the Pope.&quot; Instead, I was a painter, and became Picasso.&quot; 
Pablo Picasso.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;My mother said to me, &#8220;If you are a soldier, you will become a general. If you are a monk, you will become the Pope.&#8221; Instead, I was a painter, and became Picasso.&#8221;<br />
Pablo Picasso.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhika</title>
		<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/comment-page-1#comment-17</link>
		<dc:creator>dhika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2005 01:29:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=73#comment-17</guid>
		<description>OK...
menurut saya, tambahan, untuk tetap mampu memegang komitmen yang telah kita buat, kita harus yakin dengan hasil akhir yang akan kita peroleh. pejuang dakwah tidak punya alasan untuk tidak tetap komitmen dengan jalan yang telah ia nisbatkan diri jika ia yakin benar bahwa surga Allah adalah janji yang pasti, bukan begitu pak ari?
btw, anda di amerikanya di sebelah mana? kuliahkah atau? salam kenal...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OK&#8230;<br />
menurut saya, tambahan, untuk tetap mampu memegang komitmen yang telah kita buat, kita harus yakin dengan hasil akhir yang akan kita peroleh. pejuang dakwah tidak punya alasan untuk tidak tetap komitmen dengan jalan yang telah ia nisbatkan diri jika ia yakin benar bahwa surga Allah adalah janji yang pasti, bukan begitu pak ari?<br />
btw, anda di amerikanya di sebelah mana? kuliahkah atau? salam kenal&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariapn</title>
		<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/comment-page-1#comment-16</link>
		<dc:creator>ariapn</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2005 16:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=73#comment-16</guid>
		<description>Komitmen adalah kontrak dengan diri sendiri yang tentu saja relatif lebih mudah dilanggar daripada kontrak dengan orang lain, apalagi kalau kontrak tsb. mengikat secara hukum/ekonomi/dll.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komitmen adalah kontrak dengan diri sendiri yang tentu saja relatif lebih mudah dilanggar daripada kontrak dengan orang lain, apalagi kalau kontrak tsb. mengikat secara hukum/ekonomi/dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhika</title>
		<link>http://www.hunafa.org/73/menganalisa-komitmen-dengan-game-theory/comment-page-1#comment-14</link>
		<dc:creator>dhika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2005 06:09:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.keadilan.net/blog/?p=73#comment-14</guid>
		<description>artikel menarik...
oklah dengan menutup pintu maksiat yang akan lebih mempertajam komitmen, amal jama&#039;i akan menjalankan fungsi tausiyah, kemudian reputasi akan membuat kita berazzam dengan komitmen. tapi saya agak bingung dengan point kontrak. bukankah komitmen itu memang manifestasi kontrak itu sendiri, sementara kita tengah mendiskusikan bagaimana kita tetap selaras dengan &quot;kontrak&quot; yang telah kita buat?
any explanation?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel menarik&#8230;<br />
oklah dengan menutup pintu maksiat yang akan lebih mempertajam komitmen, amal jama&#8217;i akan menjalankan fungsi tausiyah, kemudian reputasi akan membuat kita berazzam dengan komitmen. tapi saya agak bingung dengan point kontrak. bukankah komitmen itu memang manifestasi kontrak itu sendiri, sementara kita tengah mendiskusikan bagaimana kita tetap selaras dengan &#8220;kontrak&#8221; yang telah kita buat?<br />
any explanation?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

