Pahlawanku
Collecting my old writings – September 2003.
“[I am not a hero], but I served in a company of heroes.”
Stephen Ambrose.
Disini mahal dan susah untuk bertemu ikhwah Indonesia. Harus ada acara khusus di tempat tertentu yang kadang jaraknya cukup jauh. Waktu nyetir setelah pulang dari satu pertemuan itu, saya lihat ummi dan anak-anak sedang tidur. Rumah masih 3-4 jam lagi, jalanan cukup sepi.
Setiap kali usai bertemu dengan ikhwah, saya merasa bahagia dan bersyukur, sekedar bersama sudah merupakan kenikmatan. Nikmatnya berjamaah. Saya jadi ingat pada mantan murobbi saya. Karena bagaimanapun Allah telah menjadikannya sebagai salah satu sebab saya bisa menikmati ukhuwah ini.
Saya jadi ingat salah satu nasehat yang pernah saya terima tentang adab terhadap murobbi kita. Salah satu adabnya adalah, terus mengingat-ingat kebaikan mereka. Siapa sangka, semakin lama kebaikan itu semakin susah dilupakan, bahkan terasa semakin besar, karena semakin terasa nikmat dari hasil perjuangan beliau dulu.
Kalau memakai definisi pahlawan yang sering dipakai Anis Matta, murobbi-murobbi kita itu adalah pahlawan-pahlawan. Dan saya merasakan nikmat yang luar biasa, pernah berada dan berjuang bersama mereka, walaupun bukan pada tingkatan kepahlawanan mereka.
Maka, syukurilah keberadaannya, sambunglah kembali tali silaturahim dengannya, doakanlah dia, bayangkanlah wajahnya dalam setiap doa, cintailah dia karena Allah.
And, we do not do this because we have to repay them back. No, but because it is our duty. Because it’s been an honor, a priviledge, a ni’mah to have and to serve in their companies.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Perkenalkan , saya abu umar . Apakah Pak Aria tinggal di Australia ? kalau iya dibagian mana ? terus terang saya ditawarkan kerja oleh salah satu perusahaan di Perth, apakah disana juga banyak ikhwahnya ? Bisa beri saya informasi siapa saja yg harus saya hubungi disana ?
Wassalam
AU
tetaplah berjuang demi semangat jihad fi sabilillah