Kesombongan Sosial
Saya mendapatkan istilah “arrogance of virtuous certainty” ketika membaca gambaran tentang peranan administrasi GWB dalam beberapa kasus, terutama Iraq. Keyakinan terhadap kebenaran prinsip mereka membuat mereka arogan dan menganggap diri di atas hukum.
Saya melihat gejala ini tumbuh dalam lingkup berbagai organisasi yang saya terlibat. Ada dua fase dari gejala ini. Fase pertama adalah dimana individu percaya akan kebenaran prinsip yang dia miliki, yang dalam satu organisasi prinsip ini juga dipercayai oleh banyak individu lain. Ini menjadikan rasa percaya mereka akan kebenaran prinsip tersebut meningkat, dan menganggap organisasi merekalah yang terbaik di bidangnya.
Fase pertama ini dalam batas-batas tertentu cukup wajar, bahkan ada suatu keperluan untuknya. Tanpa “fanatisme” ini, organisasi tidak akan bertahan lama.
Fase kedua adalah ketika individu berbalik “meminjam” prinsip organisasi untuk mendapatkan pembenaran pribadi. Keyakinan akan kebenaran bersama menjadikan keputusan–yang mungkin dimotivasi oleh kepentingan pribadi–perlu dibingkai seakan merupakan suatu keputusan yang bermanfaat untuk semua. Seakan keputusan tersebut vital bagi kelangsungan organisasi, dan bawah peran mereka tak tergantikan.
Pada fase pertama yang harus kita sadari adalah organisasipun masih harus berhukum, dalam segala aspek hukum itu sendiri. Minimal ini akan mengurangi efek dari fase kedua, karena individu yang ingin bertameng kebenaran organisasi “terpaksa” harus pula berselimutkan hukum.
Salams
I came accross your site today and thought you might like to take a look at the following site and add it your links section.
Jazakallah
Wasalams
Title: Leicester Muslims
Site: http://groups.msn.com/leicestermuslims
Description: Online Books, Islamic Poetry, Islamic Pictures, Links to Islamic Schools, Muslim Websites, Nasheeds, Radio Islam & OVER 750 ISLAMIC LECTURES ONLINE.
Title: Ahmeds World of Islam
Site: http://www.ahmed2004uk.blogspot.com
c….
Dari salah satu gejala ini keliatan deh..prudential-nya manusia. Sebenarnya, jika pada tahap 1 organisasi ada yang menjaga proporsionalitas dan kesegaran iklim, tahap 2 bisa minimal..setidaknya begitu yang saya dapat di kuliah Pak Gede Rake..
Tapi kalo soal GWB..It’s even more duplicating complex than that…(pendekatan konflik..:))