Komponen Partai Politik Modern
Untuk kelangsungan suatu partai politik, saya pikir ada tiga komponen utama (Tolong dibedakan kelangsungan politik kita dengan kelangsungan organisatoris.):
- Ideologi: menggodok konsep siapa kita, mau kemana kita, bagaimana meyakinkan orang lain untuk ikut kita. Utamanya tentu saja menyangkut kaderisasi.
- Policy: menggodok posisi kita di bidang-bidang umum. Rakyat ingin dan harus tahu apa posisi kita di bidang pendidikan, ekonomi, hukum, dll. Dan bagaimana kita berencana meraih posisi itu.
- Politik: menggodok strategi “perang” kita. Ini mungkin yang disebut politik praktis, yang sering diberi label politik itu kotor dll. Komponen ini mencakup berbagai strategi pemilu: tahu siapa basis pemilih kita, bagaimana meluaskan basis itu (mungkin dengan mengambil basis pemilih partai lain), bagaimana menyiasati perbagai peraturan Pemilu.
Komponen politik ini juga mencakup perang di forum publik: bagaimana kita mempublikasikan posisi kita, melemahkan posisi lawan. Tidak hanya kita harus memilih policy yang “baik”, kita juga harus tahu bagaimana kesiapan publik menerima policy itu (polling misalnya), dan kita juga harus bisa mengemas dan menampilkan policy itu dengan “cantik”.
Kasarnya, lewat komponen ini kita ingin menang dan mengalahkan lawan. Menang di Pemilu, menang di forum DPR/D, menang di mata publik. Selama ini kemenangan kita di mata publik adalah dalam masalah moral credibility belum policy capability. Sekarang saatnya kita mulai serius memikirkan ini. Tulisan saya sebelumnya tentang motivasi vs konsekuensi berhubungan dengan komponen yang ketiga ini.
Pada akhirnya tentu saja semuanya akan kembali ke garis start. Setelah kita menang di mata publik, bagaimana publik itu masuk dan menjadi bagian kita lewat kaderisasi, dan selanjutnya.